Kolase.id — Sejumlah organisasi mahasiswa di Kalimantan Barat membuka Posko Bantuan untuk Relawan Pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Kalimantan Barat. Gerakan solidaritas bertajuk “Rakyat Bantu Rakyat” itu berlangsung pada 25–27 Agustus 2026.
Posko tersebut menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyalurkan bantuan bagi para relawan yang berada di garis depan penanganan karhutla di sejumlah wilayah Kalimantan Barat.
Inisiator gerakan menilai karhutla bukan hanya persoalan lingkungan, tetapi juga menyangkut keselamatan dan kemanusiaan. Ketika api meluas, relawan ikut berhadapan langsung dengan risiko kebakaran, asap, panas, dan kondisi lapangan yang sulit.
Karena itu, dukungan terhadap relawan tidak cukup hanya berupa apresiasi. Mereka juga membutuhkan kebutuhan dasar dan dukungan operasional agar dapat menjalankan tugas di lapangan.
“Rakyat Bantu Rakyat” menjadi pesan utama gerakan tersebut. Mahasiswa mengajak masyarakat, komunitas, organisasi kepemudaan, pelaku usaha, dan berbagai elemen lainnya untuk ikut mengambil bagian.
Bantuan untuk Relawan di Garis Depan
Bantuan yang dihimpun melalui posko meliputi alat medis, konsumsi untuk relawan, masker, bantuan dana, serta kebutuhan pendukung lain sesuai kondisi di lapangan.
Seluruh bantuan tersebut akan diarahkan untuk membantu kebutuhan relawan yang terlibat dalam pemadaman dan penanganan karhutla.
Gerakan mahasiswa ini sekaligus menunjukkan bahwa masyarakat dapat mengambil peran dalam situasi bencana. Namun, solidaritas publik tidak dimaksudkan untuk menggantikan tanggung jawab pemerintah dalam penanganan karhutla.
Mahasiswa menilai pemerintah tetap harus menjalankan penanganan secara serius, sistematis, dan berkelanjutan, mulai dari respons darurat hingga pencegahan dan pemulihan.
Solidaritas Harus Berujung Aksi
Bagi mahasiswa, keterlibatan dalam persoalan karhutla tidak berhenti pada kritik terhadap kebijakan lingkungan. Mahasiswa ingin menerjemahkan kepedulian tersebut menjadi tindakan konkret ketika relawan dan masyarakat membutuhkan dukungan.
Selain penanganan darurat, gerakan ini mendorong agar persoalan karhutla ditangani dari akar masalah. Pencegahan kebakaran, penegakan hukum, perlindungan ekosistem, serta kebijakan pengelolaan hutan dan lahan yang berkeadilan dinilai harus menjadi bagian dari solusi jangka panjang.
“Rakyat bantu rakyat” karena masyarakat tidak boleh dibiarkan menghadapi bencana sendirian.
Digalang Lintas Organisasi Mahasiswa
Gerakan solidaritas tersebut melibatkan sejumlah organisasi mahasiswa, antara lain Forum Koordinasi BEM Kalimantan Barat, BEM Seluruh Indonesia (BEM SI), FOMDA Kalimantan Barat, BEM Nusantara Kalimantan Barat, DEMA Se-Indonesia, serta Forum Mahasiswa Lingkungan dan Riset.
Kolaborasi lintas organisasi itu memperlihatkan bahwa isu lingkungan dan kemanusiaan dapat menjadi ruang bersama bagi mahasiswa untuk membangun aksi solidaritas.
Masyarakat yang ingin berkontribusi dapat menyerahkan bantuan melalui Posko Bundaran Digulis, Kalimantan Barat.
Donasi juga dapat disalurkan melalui rekening BRI 7953 0100 3636 503 atas nama Syarif Falmuriandi Tri Saris.
Untuk informasi dan koordinasi, masyarakat dapat menghubungi 0895704206709. Bantuan dalam jumlah besar atau berupa barang diharapkan dikoordinasikan terlebih dahulu agar sesuai dengan kebutuhan di lapangan.
