Kolase.id – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tidak hanya menyisakan kabut asap dan lahan yang hangus. Di balik kobaran api, habitat satwa ikut terbakar dan mengancam kehidupan berbagai jenis fauna yang berada di kawasan terdampak.
Di Kalimantan Barat, sejumlah satwa dilaporkan menjadi korban karhutla. Setelah sebelumnya satu individu orangutan diamankan oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalbar, kini seekor trenggiling ditemukan dalam kondisi mati di sekitar lokasi kebakaran.
Trenggiling tersebut ditemukan di kawasan yang tidak jauh dari Jalan Poros Tanjung Pura, Desa Sungai Awan Kiri, Kecamatan Muara Pawan, Kabupaten Ketapang.
Satwa dilindungi itu ditemukan oleh tim Manggala Agni saat melakukan penanganan karhutla di lokasi tersebut.
Plt Kepala Daops Manggala Agni Kalimantan X/Ketapang, Efendi, membenarkan penemuan tersebut.
“Iya betul, satwa tersebut ditemukan oleh salah satu tim kami di lokasi kemarin,” kata Efendi saat dikonfirmasi, Kamis (20/8/2026).
Menurutnya, ular menjadi salah satu jenis satwa yang paling sering ditemukan dalam kondisi mati ketika tim melakukan penanganan karhutla di lapangan.
“Sejauh ini hewan atau satwa yang banyak ditemukan dalam kondisi mati akibat kebakaran hutan itu ular,” ujarnya.
Meski demikian, hingga saat ini Manggala Agni belum menemukan orangutan maupun beruang yang menjadi korban langsung karhutla.
Efendi menduga kedua jenis satwa tersebut memiliki kemampuan lebih baik dalam merespons ancaman kebakaran sehingga dapat menghindari lokasi sebelum api mendekat.
“Kalau untuk orangutan atau beruang sejauh ini kami belum menemukan, karena biasanya hewan tersebut instingnya lebih kuat. Ketika mereka mendengar suara api dari kejauhan, mereka akan cepat menjauh dan pergi,” jelasnya.
Sementara itu, Koordinator Pencegahan dan Inovasi Manggala Agni Daops Kalimantan X/Ketapang Fitria Sri Handayani mengatakan, trenggiling tersebut ditemukan tidak jauh dari Jalan Poros Tanjung Pura, Desa Sungai Awan Kiri.
“Penemuan trenggiling itu kemarin, tidak jauh dari Jalan Poros Tanjung Pura, Desa Sungai Awan Kiri, Kecamatan Muara Pawan,” kata Fitria.
Selain trenggiling dan ular, kata Fitria, tim Manggala Agni juga kerap menemukan sarang lebah ketika melakukan penanganan kebakaran di lapangan.
“Sejauh ini paling trenggiling, ular, sama sarang-sarang lebah saja yang sering ketemu di lapangan,” jelasnya.
Temuan trenggiling mati ini menjadi gambaran lain dari dampak karhutla yang kerap luput dari perhatian.
Kebakaran tidak hanya menghanguskan vegetasi dan mengganggu aktivitas masyarakat, tetapi juga menghancurkan habitat dan mengancam satwa yang berada di dalam maupun di sekitar kawasan terdampak.
Bagi satwa yang tidak sempat melarikan diri, kobaran api dapat berubah menjadi perangkap mematikan di habitatnya sendiri.*
