Kolase.id – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat (Pemprov Kalbar) memanen hasil positif dari transformasi pendidikan pada peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalbar mencatat indikator kinerja pendidikan terus menanjak, membuktikan komitmen serius pemerintah dalam mencetak SDM unggul.
Data terbaru tahun 2025 menunjukkan Rata-rata Lama Sekolah (RLS) masyarakat Kalbar melompat ke angka 8,07 tahun, naik signifikan dari 7,78 tahun pada 2024. Peningkatan ini menandakan masyarakat Kalbar kini rata-rata mampu menempuh pendidikan hingga kelas II SMP.
Sementara itu, Harapan Lama Sekolah (HLS) juga menguat di angka 12,69 tahun, yang memproyeksikan anak-anak di Kalbar memiliki peluang besar untuk lulus SMA hingga menyentuh bangku kuliah.
Plt. Kepala Disdikbud Kalbar Syarif Faisal menegaskan bahwa pihaknya terus menggempur berbagai hambatan pendidikan melalui penyediaan akses yang merata.
“Kita membangun sekolah, menambah jumlah guru, dan membelanjakan buku-buku. Semua ini adalah fondasi yang terus kita perkuat,” ujar Syarif.
Di bawah kepemimpinan Gubernur Ria Norsan dan Wakil Gubernur Krisantus Kurniawan, Pemprov Kalbar telah merevitalisasi 26 SMA di seluruh wilayah Kalbar dengan total investasi mencapai Rp36,16 miliar sepanjang tahun 2025.
Juru selamat siswa putus sekolah
Salah satu terobosan paling progresif adalah Program Retrieval. Merujuk pada Pergub Nomor 88 Tahun 2021, program ini “menjemput” kembali anak-anak yang putus sekolah untuk kembali ke kelas. Tak tanggung-tanggung, Pemprov memberikan bantuan tunai sebesar Rp2.000.000 per bulan untuk setiap siswa.
Bantuan ini mencakup seluruh kebutuhan siswa, mulai dari administrasi dan perlengkapan sekolah, biaya transportasi dan uang saku, serta biaya makan hingga penginapan.
Pada tahun 2025, program ini telah berhasil mengembalikan lima siswa SMK ke jalur pendidikan dengan total serapan anggaran Rp120 juta per tahun. Untuk menjaga akuntabilitas, Disdikbud memverifikasi ketat data siswa melalui bidang PSMK dan pengawas sekolah.
Langkah nyata ini selaras dengan visi Gubernur Ria Norsan untuk mendongkrak Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kalimantan Barat. Dengan menekan angka putus sekolah, Pemprov Kalbar optimis dapat melahirkan generasi yang lebih berdaya saing di masa depan.
