Kolase.id – Sosok guru ngaji sering kali menjadi pahlawan tanpa tanda jasa yang berjuang membina generasi muda, meskipun di tengah keterbatasan ekonomi.
Menyadari peran krusial tersebut, Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN Unit Induk Pembangunan Kalimantan Bagian Barat (UIP KLB) menggelar kegiatan Mustahik Care Day dengan tema “Senyum Untuk Guru Ngaji” yang dilaksanakan pada 12 Juni 2026.
Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian nyata dari para pegawai PLN dalam mengelola dana zakat yang diamanahkan, untuk memastikan kesejahteraan para pejuang literasi Al-Qur’an tetap terjaga.
Ketua YBM PLN UIP KLB, Saparin, menekankan bahwa program ini dirancang sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi guru ngaji yang telah mengabdikan diri membentuk karakter generasi masa depan.
Saparin menyampaikan rasa terima kasihnya melalui pesan kepada para penerima manfaat. “Guru ngaji adalah garda terdepan dalam menjaga nilai-nilai keislaman di tengah masyarakat. Melalui program Mustahik Care Day ini, kami ingin memberikan dukungan agar mereka dapat terus mengajar dengan senyuman dan hati yang tenang. Ini adalah bentuk komitmen kami bahwa setiap rupiah dari zakat pegawai PLN, benar-benar tersalurkan kepada mereka yang paling berhak,” ujar Saparin.
Senada dengan hal tersebut, General Manager PLN UIP KLB, Susilo, menegaskan bahwa kepedulian terhadap sektor pendidikan keagamaan merupakan bagian integral dari tanggung jawab sosial perusahaan.
“Bagi kami, membangun infrastruktur kelistrikan adalah tugas utama, namun membangun spiritualitas masyarakat juga merupakan tanggung jawab moral yang besar.
Dengan hadirnya bantuan untuk guru ngaji ini, kami ingin memastikan bahwa PLN tidak hanya menerangi fisik bangunan dengan listrik, tetapi juga ikut berperan dalam menerangi hati dan pikiran masyarakat melalui dukungan bagi para guru ngaji,” tutur Susilo.
Program Mustahik Care Day ini diharapkan menjadi stimulus bagi guru ngaji untuk terus berkarya. Kehadiran bantuan ini menjadi bukti bahwa pengabdian mereka tidak luput dari perhatian, memberikan suntikan semangat baru bagi para guru ngaji di wilayah Pontianak dan sekitarnya untuk terus mendidik tunas bangsa.*
