OMC hingga Water Bombing Dimaksimalkan, Pemerintah Perkuat Penanganan Karhutla Kalbar

Pemerintah memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan Barat melalui operasi udara dan darat, pembasahan gambut, penegakan hukum hingga edukasi masyarakat

Avatar
Pemerintah memperkuat penanganan karhutla Kalimantan Barat melalui OMC, water bombing, operasi darat, pembasahan gambut, penegakan hukum, dan edukasi masyarakat. Foto: Dok. Adpim Setda Kalbar

Operasi water bombing akan diarahkan ke sejumlah wilayah yang dinilai krusial, termasuk kawasan Danau Sentarum yang berbatasan langsung dengan Sarawak, Malaysia.

Di sisi darat, penanganan melibatkan TNI, Polri, Manggala Agni Kementerian Kehutanan, BPBD, serta relawan.

Pemerintah juga akan melakukan pemetaan lebih rinci hingga tingkat kabupaten dan kecamatan untuk menghitung kebutuhan personel secara lebih presisi.

“Ke depan akan dilakukan mapping secara lebih detail per kabupaten/kecamatan untuk menghitung kebutuhan personel secara presisi, mulai dari kebutuhan personel TNI, Polri, BPBD, hingga Manggala Agni sehingga distribusi kekuatan di lapangan menjadi lebih tepat sasaran,” jelas Raja Juli.

Untuk kawasan gambut, pemerintah menyiapkan pendekatan khusus melalui teknik peat injection atau penyuntikan gambut.

Langkah tersebut dilakukan untuk membantu membasahi gambut secara lebih menyeluruh sehingga bara api di bawah permukaan dapat dikendalikan.

Penegakan hukum juga menjadi bagian dari strategi penanganan karhutla. Pemerintah menegaskan proses hukum akan dilakukan terhadap pihak yang terbukti melakukan pembakaran, baik perorangan maupun korporasi.

Lahan yang terbakar juga akan diberi garis pengaman dan tidak diperbolehkan ditanami selama jangka waktu tertentu sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Raja Juli menekankan bahwa upaya pemadaman harus berjalan bersamaan dengan langkah pencegahan melalui edukasi masyarakat.

“Saya harap tradisi membakar lahan secara sembarangan, membuka lahan dengan cara mudah dan murah, serta kebiasaan membuang puntung rokok sembarangan di dekat lahan kering harus dihentikan demi keselamatan bersama,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *