Kalimantan Barat sendiri diperkirakan memiliki potensi 112.585 orang terdiagnosis ISPA, dengan total biaya kesehatan sekitar Rp600 miliar berdasarkan skenario diagnosis ISPA.
Sementara dalam skenario yang memasukkan masyarakat dengan diagnosis dan gejala ISPA, jumlah penduduk terdampak secara nasional berpotensi mencapai 17,36 juta jiwa. Total biaya kesehatan dalam skenario ini diperkirakan melonjak menjadi Rp93,56 triliun, terdiri atas Rp69,48 triliun biaya langsung dan Rp24,08 triliun biaya tidak langsung.
Untuk Kalimantan Barat, jumlah masyarakat yang berpotensi terdampak dalam skenario diagnosis dan gejala ISPA diperkirakan mencapai sekitar 1,57 juta orang, dengan total beban biaya kesehatan sekitar Rp8,45 triliun.
CELIOS Desak Status Bencana Nasional
Dalam rekomendasinya, Nailul Huda dan Bhima Yudhistira Adhinegara mendesak pemerintah segera mengambil langkah lebih serius dalam menangani karhutla 2026.
CELIOS mengajukan empat rekomendasi utama, yakni menetapkan status Bencana Nasional Karhutla 2026, membangun tempat pengungsian yang aman serta melakukan evakuasi medis bagi kelompok rentan, mengevaluasi seluruh izin usaha perkebunan dan pertambangan, serta membentuk tim pemulihan ekosistem terpadu.












