Dari seluruh wilayah terdampak, Kalimantan Barat diperkirakan menanggung dampak ekonomi terbesar, mencapai sekitar Rp5,7 triliun. Posisi ini sejalan dengan besarnya luasan kebakaran yang terjadi di provinsi tersebut.
Kajian CELIOS juga mencatat karhutla berpotensi menghilangkan penerimaan pajak bersih daerah. Secara nasional, potensi penerimaan yang hilang diperkirakan mencapai Rp269,86 miliar, sementara Kalimantan Barat diperkirakan kehilangan potensi pajak bersih sekitar Rp28 miliar.
Asap Membawa Beban Kesehatan
Di luar kerugian ekonomi, kajian itu menyoroti beban kesehatan yang harus ditanggung masyarakat akibat paparan asap.
CELIOS menggunakan dua skenario dalam menghitung dampak kesehatan, yakni masyarakat yang telah terdiagnosis Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) serta kelompok masyarakat yang mengalami diagnosis dan gejala ISPA.
Dalam skenario pertama, potensi masyarakat yang terdiagnosis ISPA di 12 provinsi terdampak diperkirakan mencapai 1,78 juta orang, dengan total biaya kesehatan mencapai Rp9,75 triliun. Biaya tersebut terdiri dari biaya kesehatan langsung sebesar Rp7,13 triliun dan biaya tidak langsung sebesar Rp2,63 triliun.












