Kolase.id – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tidak hanya menghanguskan vegetasi, tetapi juga mengancam sumber penghidupan masyarakat. Di Dusun Cangkok Manis, Desa Pancaroba, Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, sejumlah lahan produktif warga turut terbakar dan tanaman yang mereka usahakan hangus.
Merespons kondisi tersebut, Tim Gempur Kalimantan menyalurkan bantuan sosial kepada warga terdampak pada Minggu (18/10/2026). Bantuan ini ditujukan untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar warga sekaligus menjadi bagian dari upaya mendukung pemulihan pascakarhutla.
Ketua Tim Pembina Gempur Kalimantan Albertus Tjiu mengatakan, masyarakat Dusun Cangkok Manis mengalami dampak ekonomi akibat kebakaran yang melanda lahan produktif mereka.
“Sebagian lahan produktif mereka terbakar dan tanaman yang diusahakan juga hangus. Pendapatan mereka berkurang akibat kondisi ini,” ujar Albert.
Ia menjelaskan, kelompok tani di Dusun Cangkok Manis terdiri atas 25 kepala keluarga (KK). Selama ini, kebun yang mereka kelola menjadi sumber utama penghasilan untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
Dalam penyaluran bantuan tersebut, Gempur Kalimantan memberikan paket berisi air mineral, minuman kesehatan, pangan kering, serta perlengkapan kesehatan berupa masker dan vitamin.
Warga Mulai Memulihkan Penghidupan
Di tengah dampak karhutla, warga mulai menata kembali kehidupan mereka. Selain menanam ulang tanaman hortikultura, masyarakat juga merundingkan rencana penanaman tiga jenis pohon produktif, yakni petai, jengkol, dan mangga.
Ketiga jenis tanaman tersebut dipilih berdasarkan pengalaman warga dalam mengelola kebun dan mempertimbangkan kesesuaiannya dengan kondisi setempat.
Namun, upaya pemulihan itu masih membutuhkan dukungan, terutama ketersediaan bibit tanaman produktif. Warga juga mengajukan permohonan bantuan selang berukuran 1,5 inci sepanjang 100 meter untuk mendukung upaya mitigasi dan penanganan kebakaran.
Kebutuhan tersebut menunjukkan bahwa penanganan dampak karhutla tidak cukup hanya melalui bantuan darurat. Masyarakat juga memerlukan dukungan untuk memulihkan sumber penghidupan sekaligus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran berikutnya.
Gempur Fasilitasi Pemulihan Pascakarhutla
Albert mengatakan, Gempur Kalimantan akan berupaya memfasilitasi penyediaan dan penanaman bibit pohon produktif bagi warga Dusun Cangkok Manis dengan menghubungkan masyarakat dengan Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Kapuas.
Selain dukungan penanaman, Gempur juga akan memantau perkembangan kondisi masyarakat setelah karhutla, khususnya dari sisi kesehatan dan pemulihan sumber penghidupan.
Menurut Albert, pemulihan pascakarhutla perlu memperhatikan kebutuhan masyarakat yang kehilangan sebagian sumber pendapatannya akibat kebakaran. Dukungan terhadap penanaman kembali tanaman produktif diharapkan dapat membantu warga membangun kembali penghidupan mereka.
“Ini menyangkut keberlanjutan ekonomi keluarga dan kesiapan masyarakat menghadapi ancaman karhutla pada masa mendatang,” jelasnya.
Albert menegaskan bahwa kolaborasi antara masyarakat, organisasi masyarakat sipil, dan pemerintah menjadi penting agar bantuan yang diberikan tidak berhenti pada pemenuhan kebutuhan darurat, tetapi berlanjut pada pemulihan penghidupan dan penguatan upaya pencegahan kebakaran.*












