Diplomasi Seni: WTCA Jadikan Budaya Sebagai Instrumen Penguat Ekonomi Kreatif Global

Seni sebagai bahasa baru dalam perdagangan global

Avatar
Pameran “Sandang Sanding Agraria” menampilkan karya Tenun Gedog dan Batik Tuban yang merepresentasikan hubungan manusia dengan alam. Foto: Dok. WTC Jakarta

Kolase.id – World Trade Centers Association (WTCA) terus memperkuat peran seni dan budaya sebagai instrumen diplomasi bisnis internasional. Langkah ini bertujuan untuk membangun hubungan perdagangan yang lebih dalam sekaligus memperluas ekosistem ekonomi kreatif Indonesia di kancah global.

WTC Jakarta memelopori pendekatan ini melalui program Art at WTC yang digagas oleh Jakarta Land sejak 2013. Program ini tidak hanya menghadirkan pameran seni, tetapi juga menciptakan ruang dialog lintas sektor bagi komunitas bisnis internasional.

Salah satu pencapaian besar terlihat pada pameran “Sandang Sanding Agraria” yang berakhir Januari 2026 lalu. Pameran yang menampilkan Tenun Gedog dan Batik Tuban ini berhasil menarik sekitar 17.000 pengunjung di lobi utama WTC 3.

“Pameran ini menjadi contoh nyata bagaimana program budaya di kawasan perdagangan mampu menciptakan keterlibatan bermakna antara wawasan lokal dengan audiens internasional,” ujar William Chai, Managing Director WTC Jakarta.

Integrasi seni ke dalam bisnis sejalan dengan pertumbuhan pesat sektor ekonomi kreatif nasional. Saat ini, industri kreatif Indonesia mencatatkan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,69 persen dengan nilai ekspor menembus angka US$12,89 miliar. Seniman seperti I Nyoman Masriadi dan Eko Nugroho telah mencetak rekor penjualan dan pameran di institusi seni kelas dunia.

Menuju WTCA Global Business Forum 2026

WTCA secara konsisten memasukkan unsur warisan lokal dalam forum bisnisnya di tingkat global,. Setelah sukses di Marseille, Prancis, fokus kini beralih pada penyelenggaraan 56th Annual WTCA Global Business Forum (GBF) di Philadelphia, Amerika Serikat, pada 19–22 April 2026.

Membawa tema “Historic Foundations, Future Collaborations”, forum ini akan memanfaatkan kekuatan diaspora dan sejarah kota sebagai penarik investasi global.

“Bisnis WTC di seluruh dunia melihat bagaimana seni dan budaya memperkaya aktivitas bisnis serta konferensi mereka. Global Business Forum adalah tempat di mana koneksi tersebut terwujud,” tegas John E. Drew, Chair Board of Directors WTCA.

WTCA GBF 2026 menjadi peluang emas bagi pelaku bisnis Indonesia untuk menjalin kemitraan dengan investor global. Selain memperluas jejaring, forum ini menjadi panggung strategis untuk mempromosikan sektor unggulan Indonesia, terutama ekonomi kreatif, kepada pasar internasional yang lebih luas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *