Pontianak Waste Expo 2026: Dari Isu Sampah Menuju Aksi Nyata

Kolaborasi untuk Kota Khatulistiwa Hijau dan Berkelanjutan

Avatar
Sesi Talk Show Pontianak Waste Expo 2026 yang dihadiri Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Pontianak Sy. Usmulyono kalangan usaha, dan penggiat lingkungan. Foto: Rizal Daeng/Kolase.id

Kolase.id – Sebuah ajang festival lingkungan berskala kota resmi digelar: Pontianak Waste Expo 2026 – Bersih di Khatulistiwa. Isu utama agenda ini adalah sampah dan perubahan iklim.

Kegiatan yang diinisiasi oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Pontianak bekerja sama dengan Forum Komunitas Hijau Pontianak ini mengusung tema besar “Pontianak Hijau untuk Masa Depan Berkelanjutan”, berlokasi di 5 CM Coffee & Eatery Untan, Jumat (7/8/2026).

Diproyeksikan menjadi signature event tahunan Kota Pontianak, ekspo ini tidak hanya menyajikan pameran biasa, melainkan menyuguhkan immersive experience—sebuah pengalaman interaktif yang mengajak seluruh pengunjung untuk terlibat secara penuh, inklusif, dan kolaboratif.

Berada di pusat ruang interaksi anak muda dan akademisi Kawasan Universitas Tanjungpura, acara ini menjadi wadah lebur bagi pemerintah, dunia usaha, komunitas, UMKM, akademisi, media, pelajar, hingga masyarakat luas.

Ketua Forum Komunitas Hijau Pontianak Vivi Norvika Hariyantini menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor dalam mengatasi persoalan lingkungan di Kota Pontianak.

“Pontianak Waste Expo bertujuan membangun ekosistem pengelolaan sampah terpadu melalui empat pilar utama meliputi edukasi, kolaborasi, inovasi, dan aksi nyata. Kami ingin mengubah cara pandang masyarakat terhadap sampah, bukan sekadar limbah, melainkan peluang ekonomi dan aksi nyata untuk green lifestyle,” ujar Vivi.

Dikemas secara kreatif dan inspiratif, pengunjung disuguhkan serangkaian kegiatan menarik sepanjang hari. Talkshow Interaktif yang mengupas tuntas solusi inovatif dan model bisnis berbasis daur ulang bersama para ahli.

Selain itu ada pula Pameran Foto Lingkungan yang menampilkan potret realitas sampah di komunitas urban sebagai refleksi kesadaran ekologis. Tak kalah menarik, ada unjuk kreativitas generasi muda lewat Lomba Poster dan Lomba Menjahit Tote Bag dari bahan daur ulang dan sesi edukasi publik langsung untuk mengasah literasi pengelolaan sampah.

Tak hanya fokus pada aksi sosial, Pontianak Waste Expo juga membuka ruang kolaborasi bernilai tinggi bagi mitra bisnis dan penggerak CSR. Ajang ini menawarkan platform dengan high visibility, high impact, dan high engagement bagi perusahaan yang berkomitmen mendukung agenda keberlanjutan global, khususnya pencapaian target Sustainable Development Goals (SDGs) serta prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).

Menurut Vivi, langkah awal telah diayunkan dari jantung Universitas Tanjungpura. “Pontianak Waste Expo 2026 menjadi bukti nyata bahwa menjaga bumi bisa dimulai dari aksi lokal yang berdampak global. Saatnya bergerak bersama mewujudkan Pontianak yang lebih bersih, hijau, dan berkelanjutan,” kuncinya.*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *