Kolase.id — Ganda campuran Ikhsan Lintang Pramudya/Salsabila Zahra Aulia melangkah ke perempat final POLYTRON Pontianak International Challenge 2026 setelah mengalahkan Raid Nabil Setiawan/Micha Leona Luthfia Wardoyo di GOR Terpadu Ahmad Yani, Pontianak, Kalimantan Barat, Selasa (25/8/2026).
Ikhsan/Salsabila tampil solid sejak awal pertandingan pada babak kualifikasi R16. Mereka menang dua gim langsung dengan skor 21-13, 21-12.
Kemenangan tersebut menjadi modal penting bagi pasangan ini yang baru kembali merasakan atmosfer pertandingan internasional setelah cukup lama tidak bertanding di level tersebut.
Salsabila mengatakan persiapan mereka berlangsung sekitar tiga bulan. Ia menilai persiapan tersebut cukup untuk membuat mereka tampil lebih matang menghadapi turnamen internasional pertama tahun ini.
“Persiapan kami cukup baik. Ini pertandingan internasional pertama kami tahun ini. Persiapan kami kurang lebih tiga bulan, jadi kami merasa sudah cukup siap dan matang,” kata Salsabila.
Meski demikian, Salsabila mengakui pertandingan perdana tidak sepenuhnya berjalan tanpa kendala. Ia sempat merasakan ketegangan karena sudah lama tidak merasakan atmosfer pertandingan. Selain itu, kondisi lapangan juga membutuhkan penyesuaian.
“Karena sudah lama tidak merasakan atmosfer pertandingan, jadi saya cukup tegang, serta ada penyesuaian di kondisi lapangan,” ujarnya.
Setelah memastikan kemenangan, Ikhsan/Salsabila langsung mengalihkan perhatian ke pertandingan berikutnya. Mereka akan menghadapi pasangan Jonathan Farrell Gosal/Pitha Haningtyas Mentari.
Salsabila menyadari lawan berikutnya memiliki pengalaman lebih banyak. Namun, kondisi tersebut justru menjadi motivasi untuk memberikan perlawanan terbaik.
“Besok akan bertemu Jonathan Farrell Gosal/Pitha Haningtyas Mentari. Lawan pemain senior, pasti mau menyaingi mereka dan pastinya mau menang melawan mereka,” kata Salsabila.
Untuk menghadapi pertandingan tersebut, Salsabila akan mempelajari rekaman permainan lawan sekaligus menjaga pola permainan dan kondisi fisik di luar lapangan.
Sementara itu, Ikhsan memilih pendekatan sederhana dalam menghadapi setiap pertandingan. Ia tidak ingin terlalu memikirkan siapa lawan yang akan dihadapi dan lebih fokus menjaga kesiapan serta konsentrasi.
“Dari saya yang penting siap terus dan fokus satu demi satu, tidak melihat siapa lawannya,” ujar Ikhsan.
Dalam pertandingan melawan Raid/Micha, Ikhsan mengatakan strategi utama mereka adalah bermain agresif sejak awal. Mereka berusaha mengambil inisiatif serangan dan memaksa lawan mengangkat bola.
“Yang pasti kami harus langsung menyerang dan banyak menurunkan bola,” katanya.
Kemenangan dua gim langsung membuat Ikhsan/Salsabila semakin percaya diri menatap babak berikutnya. Tantangan lebih berat menanti ketika mereka berhadapan dengan pasangan senior, tetapi pasangan ini bertekad mempertahankan permainan agresif dan memberikan kejutan di POLYTRON Pontianak International Challenge 2026.*












