Petani Perempuan Singkawang Tak Mau Lagi Sekadar Jadi “Pekerja di Balik Pangan”

Kolaborasi Lintas Pihak Perkuat Peran Perempuan dalam Sistem Pangan

Avatar
Kolaborasi lintas pihak didorong untuk memperkuat petani perempuan di Kota Singkawang melalui peningkatan akses, kapasitas, kepemimpinan, teknologi, pembiayaan, dan pasar. Foto: Dok. Gemawan

Gemawan melalui Program Perempuan Petani KUAT—Kepemimpinan, Usaha, Agroekologi dan Teknologi mendorong penguatan perempuan dengan pendekatan Rekognisi, Representasi dan Redistribusi atau 3R.

Pendekatan tersebut diarahkan agar perempuan memperoleh pengakuan atas perannya, memiliki representasi dalam pengambilan keputusan serta mendapatkan akses yang lebih adil terhadap sumber daya dan manfaat pembangunan.

Sementara itu, perwakilan Bappeda Kota Singkawang, Terry Listiyadi, mengingatkan bahwa pertanian di Singkawang juga menghadapi tekanan alih fungsi lahan seiring perkembangan kawasan perkotaan.

Wilayah Singkawang Selatan, Timur dan Utara masih memiliki potensi pertanian. Namun, perkembangan permukiman dan aktivitas perkotaan menjadi tantangan yang perlu diantisipasi.

Selain tekanan terhadap lahan, petani juga menghadapi persoalan perubahan iklim, keterbatasan air, mahalnya sarana produksi, minimnya modal, penggunaan alat yang masih manual, keterbatasan pemasaran hingga fluktuasi harga.

Dari sisi pemerintah, perwakilan Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kota Singkawang, Nispuhani atau Anis, mengatakan penguatan petani dapat dilakukan melalui peningkatan kapasitas budidaya, pengolahan hasil, kewirausahaan dan literasi digital.

Penguatan Kelompok Wanita Tani (KWT), kelembagaan ekonomi petani, akses pembiayaan serta perluasan pasar melalui kemitraan dan pemasaran digital juga dinilai penting.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *