Kolase.id – Warga Kampung Yuka, Kelurahan Sungai Beliung, Kecamatan Pontianak Barat, berkomitmen mewujudkan lingkungan yang bersih dan sehat melalui pengelolaan sampah yang lebih terstruktur.
Hal ini diwujudkan dalam kegiatan Penguatan Tata Kelola Sampah Berbasis Rukun Tetangga (RT) yang digelar di PAUD Mandiri Indah, RT 005, RW 018, pada Minggu (5/7/2026).
Kegiatan yang diinisiasi oleh Gerakan Pembaharu (Gaharu) Kalbar melalui Pena Borneo ini menghadirkan para pengurus RT, RW, serta tokoh penggerak warga setempat untuk menyamakan persepsi dan membangun langkah konkret dalam mengatasi persoalan sampah domestik.
Ketua Pena Borneo Taufik Sirajuddin menjelaskan bahwa esensi dari kegiatan ini adalah memperkuat pemahaman mendasar para pemangku kepentingan di tingkat RT dan RW serta tokoh masyarakat mengenai pentingnya tata kelola sampah yang berkelanjutan.
Menurutnya, lingkungan yang bersih hanya bisa dicapai jika ada komitmen yang kuat dari internal warga sendiri.
“Kegiatan ini merupakan langkah awal untuk membangun gerakan pengelolaan sampah rumah tangga yang dilakukan secara bersama-sama oleh warga. Kami ingin membangun komitmen bersama antarpengurus RT, RW, dan tokoh penggerak agar Kampung Yuka bisa menjadi role model pengelolaan sampah berbasis komunitas,” ujar Taufik.
Untuk mencairkan suasana dan merangsang partisipasi aktif peserta, diskusi dipandu oleh fasilitator M. Hermayani Putera. Dalam sesi yang berlangsung interaktif tersebut, dia mengajak seluruh peserta untuk merefleksikan kembali kondisi kebersihan dan lingkungan Kampung Yuka saat ini.
Tidak hanya memetakan masalah, warga juga diajak untuk merumuskan bersama apa yang menjadi impian dan harapan mereka terhadap wajah Kampung Yuka di masa depan.
Beberapa poin penting yang dihasilkan dari refleksi bersama tersebut antara lain menemukan titik-titik penumpukan sampah domestik (rumah tangga) yang masih belum terkelola dengan baik.
Warga juga sepakat merancang pemilahan sampah dari sumbernya (rumah tangga) yang akan dimotori oleh pengurus RT masing-masing. Selain itu, mereka sepakat membangun citra Kampung Yuka yang bersih, hijau, dan bebas dari sampah liar.
Melalui penguatan tata kelola berbasis RT ini, diharapkan kesadaran warga Kampung Yuka akan meningkat, sehingga pengelolaan sampah tidak lagi bertumpu pada proses pembuangan akhir, melainkan pada pengurangan dan pemanfaatan kembali sejak dari dapur rumah tangga.*
Tata Kelola Sampah, Kampung Yuka, Gaharu Kalbar, Pena Borneo, Pontianak Barat, Sampah Rumah Tangga, Gerakan Berbasis RT, Pontianak Bersih












