Kebakaran Lahan Kepung Desa Medan Mas Kubu Raya

Lahan Terbakar dan Asap Masih Mengepul

Avatar
Aparat kepolisian dan TNI bahu membahu bersama masyarakat memadamkan api akibat kebakaran lahan di Desa Medan Mas, Kecamatan Batu Ampar, Kubu Raya. Foto: Dok. Pemdes Medan Mas

Kolase.id – Kebakaran lahan kembali terjadi di wilayah Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat. Kali ini, kobaran api melanda kawasan di Desa Medan Mas, Kecamatan Batu Ampar.

Rekaman video yang diterima Kolase.id memperlihatkan kondisi lahan yang telah hangus terbakar. Vegetasi di permukaan tanah tampak menghitam dan menyisakan ranting-ranting kering. Asap tipis masih terlihat mengepul dari sejumlah bagian lahan.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa meski api tidak lagi terlihat besar, potensi titik api dan bara yang tersisa masih perlu diwaspadai. Terlebih, material kering di sekitar lokasi dapat kembali terbakar apabila kondisi cuaca mendukung.

Kepala Desa Medan Mas Dharma Wira membenarkan terjadinya kebakaran lahan di wilayah desanya.

“Kita sedang berupaya memadamkan apinya. Bahu membahu antara masyarakat dan TNI/Polri. Tantangan kita adalah krisis air, baik untuk kepentingan pemadaman maupun air bersih untuk konsumsi warga,” kata Dharma Wira

Menurutnya, penanganan kebakaran lahan membutuhkan kewaspadaan dan keterlibatan berbagai pihak, terutama ketika kebakaran terjadi di tengah kondisi lahan yang mudah terbakar.

Dalam video tersebut, terlihat pula adanya bekas penanganan di sekitar lokasi. Permukaan lahan tampak basah pada beberapa bagian, mengindikasikan adanya upaya pembasahan untuk mencegah api kembali menyala.

Kebakaran lahan di Medan Mas menambah daftar kejadian di tengah ancaman kabut asap di sejumlah wilayah Kalimantan Barat.

Bagi masyarakat yang berada di sekitar kawasan rawan kebakaran, munculnya asap dari lahan yang sebelumnya terbakar menjadi tanda penting untuk meningkatkan kewaspadaan.

Api yang tampak padam di permukaan belum tentu sepenuhnya hilang karena bara dapat bertahan di dalam lapisan tanah dan kembali memicu kebakaran.

Pemerintah desa bersama masyarakat dan unsur terkait diharapkan terus melakukan pemantauan terhadap lokasi terdampak untuk mencegah api meluas maupun kembali muncul.*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *