Kolase.id — Sebanyak 199 perempuan dari berbagai desa di Kabupaten Kubu Raya resmi diwisuda sebagai lulusan Akademi Paradigta Tahun 2025. Prosesi wisuda yang digelar di Aula Kantor Bupati Kubu Raya, Rabu (7/1/2026), menjadi penanda kesiapan para lulusan untuk kembali ke desa dan mengambil peran strategis dalam pembangunan berbasis masyarakat.
Para wisudawan tersebut berasal dari 20 desa yang tersebar di delapan kecamatan. Selama enam bulan, mereka mengikuti pendidikan intensif yang mencakup 11 kelas pembelajaran, dengan fokus pada penguatan kapasitas perempuan dalam tata kelola pembangunan desa, kepemimpinan, serta ketahanan keluarga.
Wisuda ini sekaligus menjadi momentum penyerahan kembali para kader perempuan kepada keluarga, pemerintah desa, dan masyarakat, setelah menuntaskan proses pendidikan yang dirancang untuk mencetak agen perubahan di tingkat akar rumput.
Program Akademi Paradigta merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Kubu Raya dan Akademi Paradigta Indonesia. Kolaborasi ini bertujuan memperluas ruang partisipasi perempuan dalam pembangunan desa yang inklusif dan berkelanjutan.
Ketua Komite Nasional Akademi Paradigta Indonesia Nani Zulminarni menyebut Kubu Raya sebagai daerah dengan jumlah wisudawan terbanyak dibandingkan wilayah lain di Indonesia. Capaian ini, menurut dia, mencerminkan komitmen kuat daerah dalam memperkuat peran perempuan.

“Kubu Raya mencetak jumlah wisudawan terbesar dibandingkan daerah lainnya. Harapannya, pelatihan yang telah diberikan dapat memberikan dampak nyata, tidak hanya bagi diri lulusan, tetapi juga bagi keluarga dan komunitasnya, sehingga terbangun keluarga yang tangguh dalam menyongsong Indonesia Emas,” ujar Nani.
Sementara itu, Bupati Kubu Raya Sujiwo menegaskan dukungan pemerintah daerah terhadap keberlanjutan program tersebut. Ia memastikan adanya tambahan alokasi anggaran untuk memperkuat pendampingan pascawisuda.

“Pemerintah menyiapkan tambahan dukungan anggaran sebesar Rp100 juta untuk honor mentor. Ini adalah bentuk keberpihakan kami agar perempuan terus berkarya dan berkontribusi. Program Paradigta di Kubu Raya tidak boleh berhenti sebagai seremonial, tetapi harus benar-benar teraplikasi di masyarakat,” tegas Sujiwo.
Melalui wisuda ini, para lulusan Akademi Paradigta diharapkan segera melakukan aksi nyata di desa masing-masing, terutama dalam mendorong kesejahteraan keluarga, penguatan sosial, serta pembangunan desa yang partisipatif dan berkeadilan di Kalimantan Barat.*












